KEBUDAYAAN SUNDA

November 2, 2009 reptarboiy Tinggalkan komentar

Kebudayaan Sunda

Istilah Sunda kemungkinan berasal dari bahasa Sansekerta yakni sund atau suddha yang berarti bersinar, terang, atau putih. Dalam bahasa Jawa kuno (Kawi) dan bahasa Bali dikenal juga istilah Sunda dalam pengertian yang sama yakni bersih, suci, murni, tak bercela/bernoda, air, tumpukan, pangkat, dan waspada.

Menurut R.W. van Bemmelen seperti dikutip Edi S. Ekadjati, istilah Sunda adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menamai dataran bagian barat laut wilayah India Timur, sedangkan dataran bagian tenggara dinamai Sahul. Dataran Sunda dikelilingi oleh sistem Gunung Sunda yang melingkar (Circum-Sunda Mountain System) yang panjangnya sekira 7.000 km. Dataran Sunda itu terdiri atas dua bagian utama, yaitu bagian Utara.yang meliputi Kepulauan Filipina dan pulau-pulau karang sepanjang Lautan Fasifik bagian Barat serta bagian Selatan hingga Lembah Brahmaputra di Assam (India).

Dengan demikian, bagian Selatan dataran Sunda itu dibentuk oleh kawasan mulai Pulau Banda di timur, terus ke arah barat melalui pulau-pulau di kepulauan Sunda Kecil (the lesser Sunda island), Jawa, Sumatra, Kepulauan Andaman, dan Nikobar sampai Arakan Yoma di Birma. Selanjutnya, dataran ini bersambung dengan kawasan Sistem Gunung Himalaya di Barat dan dataran Sahul di Timur.

Dalam buku-buku ilmu bumi dikenal pula istilah Sunda Besar dan Sunda Kecil. Sunda Besar adalah himpunan pulau yang berukuran besar, yaitu Sumatra, Jawa, Madura, dan Kalimantan, sedangkan Sunda Kecil adalah pulau-pulau yang berukuran kecil yang kini termasuk kedalam Provinsi Bali, Nusa Tenggara, dan Timor.

Dalam perkembangannya, istilah Sunda digunakan juga dalam konotasi manusia atau sekelompok manusia, yaitu dengan sebutan urang Sunda (orang Sunda). Di dalam definisi tersebut tercakup kriteria berdasarkan keturunan (hubungan darah) dan berdasarkan sosial budaya sekaligus. Menurut kriteria pertama, seseorang bisa disebut orang Sunda, jika orang tuanya, baik dari pihak ayah maupun dari pihak ibu ataupun keduanya, orang Sunda, di mana pun ia atau mereka berada dan dibesarkan.         Menurut kriteria kedua, orang Sunda adalah orang yang dibesarkan dalam lingkungan sosial budaya Sunda dan dalam hidupnya menghayati serta mempergunakan norma-norma dan nilai-nilai budaya Sunda. Dalam hal ini tempat tinggal, kehidupan sosial budaya dan sikap orangnya yang dianggap penting. Bisa saja seseorang yang orang tuanya atau leluhurnya orang Sunda, menjadi bukan orang Sunda karena ia atau mereka tidak mengenal, menghayati, dan mempergunakan norma-norma dan nilai-nilai sosial budaya Sunda dalam hidupnya.

Dalam konteks ini, istilah Sunda, juga dikaitkan secara erat dengan pengertian kebudayaan. Bahwa ada yang dinamakan Kebudayaan Sunda, yaitu kebudayaan yang hidup, tumbuh, dan berkembang di kalangan orang Sunda yang pada umumnya berdomosili di Tanah Sunda. Dalam tata kehidupan sosial budaya Indonesia digolongkan ke dalam kebudayaan daerah. Di samping memiliki persamaan-persamaan dengan kebudayaan daerah lain di Indonesia, kebudayaan Sunda memiliki ciri-ciri khas tersendiri yang membedakannya dari kebudayaan-kebudayaan lain.

Secara umum, masyarakat Jawa Barat atau Tatar Sunda, sering dikenal dengan masyarakat yang memiliki budaya religius. Kecenderungan ini tampak sebagaimana dalam pameo “silih asih, silih asah, dan silih asuh” (saling mengasihi, saling mempertajam diri, dan saling memelihara dan melindungi). Di samping itu, Sunda juga memiliki sejumlah budaya lain yang khas seperti kesopanan (handap asor), rendah hati terhadap sesama; penghormatan kepada orang tua atau kepada orang yang lebih tua, serta menyayangi orang yang lebih kecil (hormat ka nu luhur, nyaah ka nu leutik); membantu orang lain yang membutuhkan dan yang dalam kesusahan (nulung ka nu butuh nalang ka nu susah), dsb.

Strategi budaya
“Silih asih, silih asah, dan silih asuh” (saling mengasihi, saling mempertajam diri, dan saling memelihara dan melindungi), merupakan pameo budaya yang menunjukkan karakter yang khas dari budaya religius Sunda sebagai konsekuensi dari pandangan hidup keagamaannya.

Contoh Kebudayaan Sunda :

Angklung

Gamelan Angklung adalah gamelan berlaras slendro, tergolong barungan madya yang dibentuk oleh instrumen berbilah dan pencon dari krawang, kadang-kadang ditambah angklung bambu kocok (yang berukuran kecil). Dibentuk oleh alat-alat gamelan yang relatif kecil dan ringan (sehingga mudah dimainkan sambil berprosesi).

Di Bali Selatan gamelan ini hanya mempergunakan 4 nada sedangkan di Bali Utara mempergunakan 5 nada.

Berdasarkan konteks penggunaaan gamelan ini, serta materi tabuh yang dibawakan angklung dapat dibedakan menjadi:

Angklung klasik/ tradisional dimainkan untuk mengiringi upacara (tanpa tari-tarian)
Angklung kebyar dimainkan untuk mengiringi pagelaran tari maupun drama.

 

Satu barung gamelan angklung bisa berperan keduanya, karena seringkali mempergunakan alat-alat gamelan dan penabuh yang sama. Di kalangan masyarakat luas gamelan ini dikenal sebagai pengiring upacara-upacara Pitra Yadnya (ngaben).

Di sekitar kota Denpasar dan beberapa tempat lainnya, penguburan mayat warga Tionghoa seringkali diiringi dengan Gamelan angklung. menggantikan fungsi gamelan Gong Gede yang dipakai untuk mengiringi upacara Dewa Yadnya (odalan) dan upacara lainnya.

 

Instrumentasi Gamelan angklung terdiri dari:

Jumlah Satuan Instrumen
6-8 pasang yang terdiri dari sepasang jegogan, jublag dan selebihnya pamade dan kantilan
3-4 pencon reyong, untuk Angklung Kebyar mempergunakan 12 pencon
2 buah kendang kecil untuk angklung klasik dan kendang besar angklung kebyar
1 buah tawa -tawa
1 buah kempur kecuali angklung kebyar mempergunakan gong

Wayang Golek

Wayang Golek adalah suatu seni pertunjukan wayang yang terbuat dari boneka kayu, yang terutama sangat populer di wilayah Tanah Pasundan.

Wayang adalah bentuk teater rakyat yang sangat popular. Orang sering menghubungkan kata “wayang” dengan ”bayang”, karena dilihat dari pertunjukan wayang kulit yang memakai layar, dimana muncul bayangan-bayangan. Di Jawa Barat, selain wayang kulit, yang paling populer adalah wayang golek. Berkenaan dengan wayang golek, ada dua macam diantaranya wayang golek papak (cepak) dan wayang golek purwa yang ada di daerah Sunda. Kecuali wayang wong, dari semua wayang itu dimainkan oleh seorang dalang sebagai pemimpin pertunjukan yang sekaligus menyanyikan suluk, menyuarakan antawacana, mengatur gamelan mengatur lagu dan lain-lain.

Perkembangan

Sebagaimana alur cerita pewayangan umumnya, dalam pertunjukan wayang golek juga biasanya memiliki lakon-lakon baik galur maupun carangan yang bersumber dari cerita Ramayana dan Mahabarata dengan menggunakan bahasa Sunda dengan iringan gamelan Sunda (salendro), yang terdiri atas dua buah saron, sebuah peking, sebuah selentem, satu perangkat boning, satu perangkat boning rincik, satu perangkat kenong, sepasang gong (kempul dan goong), ditambah dengan seperangkat kendang (sebuah kendang Indung dan tiga buah kulanter), gambang dan rebab.

Sejak 1920-an, selama pertunjukan wayang golek diiringi oleh sinden. Popularitas sinden pada masa-masa itu sangat tinggi sehingga mengalahkan popularitas dalang wayang golek itu sendiri, terutama ketika zamannya Upit Sarimanah dan Titim Patimah sekitar tahun 1960-an.

Dalam pertunjukan wayang golek, lakon yang biasa dipertunjukan adalah lakon carangan. Hanya kadang-kadang saja dipertunjukan lakon galur. Hal ini seakan menjadi ukuran kepandaian para dalang menciptakan lakon carangan yang bagus dan menarik. Beberapa dalang wayang golek yang terkenal diantaranya Tarkim, R.U. Partasuanda, Abeng Sunarya, Entah Tirayana, Apek, Asep Sunandar Sunarya, Cecep Supriadi dll.

Pola pengadegan wayang golek adalah sebagai berikut; 1) Tatalu, dalang dan sinden naik panggung, gending jejer/kawit, murwa, nyandra, suluk/kakawen, dan biantara; 2) Babak unjal, paseban, dan bebegalan; 3) Nagara sejen; 4) Patepah; 5) Perang gagal; 6) Panakawan/goro-goro; 7) Perang kembang; 8) Perang raket; dan 9) Tutug.

Salah satu fungsi wayang dalam masyarakat adalah ngaruat, yaitu membersihkan dari kecelakaan (marabahaya). Beberapa orang yang diruwat (sukerta), antara lain: 1) Wunggal (anak tunggal); 2) Nanggung Bugang (seorang adik yang kakaknya meninggal dunia); 3) Suramba (empat orang putra); 4) Surambi (empat orang putri); 5) Pandawa (lima putra); 6) Pandawi (lima putri); 7) Talaga Tanggal Kausak (seorang putra dihapit putri); 8) Samudra hapit sindang (seorang putri dihapit dua orang putra), dan sebagainya.

Wayang golek saat ini lebih dominan sebagai seni pertunjukan rakyat, yang memiliki fungsi yang relevan dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat lingkungannya, baik kebutuhan spiritual maupun material. Hal demikian dapat kita lihat dari beberapa kegiatan di masyarakat misalnya ketika ada perayaan, baik hajatan (pesta kenduri) dalam rangka khitanan, pernikahan dan lain-lain adakalanya diriingi dengan pertunjukan wayang golek.

Media penyebaran Islam

Menurut dugaan, sebagaimana wayang kulit di daerah Jawa, wayang golek digunakan oleh para wali untuk menyebarkan Islam di Tanah Pasundan. Karena ajaran Hindu sudah cukup akrab di masyarakat Sunda kala itu, cerita Mahabrata dan Ramayana dari Tanah Hindu dimodifikasi untuk mengajarkan Ketauhidan. Misalkan, dalam cerita Mahabharata para dewa punya wewenang yang sangat absolut, sebagai penentu nasib dan takdir yang tidak bisa disanggah maka para wali membuat objek baru yang posisinya lebih kuat yaitu lewat tokoh Semar yang pada akhirnya Semar tersebut turun ke bumi -yang karena kesalahannya- untuk mendampingi setiap kejadian dalam babak Bharata Yuddha baik sebagai penengah atau sebagai eksekutor tokoh yang tidak bisa diajak ke dalam kebaikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jaipongan

 

 

 

 

Jaipongan adalah sebuah genre seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman asal Bandung, Gugum Gumbira. Perhatiannya pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan/Bajidoran atau Ketuk Tilu. Gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid dari beberapa kesenian di atas cukup memiliki inspirasi untuk mengembangkan tari atau kesenian yang kini dikenal dengan nama Jaipongan.

Sejarah Jaipongan

Sebelum bentuk seni pertunjukan ini muncul, ada beberapa pengaruh yang melatarbelakangi bentuk tari pergaulan ini. Di Jawa Barat misalnya, tari pergaulan merupakan pengaruh dari Ball Room, yang biasanya dalam pertunjukan tari-tari pergaulan tak lepas dari keberadaan ronggeng dan pamogoran. Ronggeng dalam tari pergaulan tidak lagi berfungsi untuk kegiatan upacara, tetapi untuk hiburan atau cara gaul. Keberadaan ronggeng dalam seni pertunjukan memiliki daya tarik yang mengundang simpati kaum pamogoran. Misalnya pada tari Ketuk Tilu yang begitu dikenal oleh masyarakat Sunda, diperkirakan kesenian ini populer sekitar tahun 1916. Sebagai seni pertunjukan rakyat, kesenian ini hanya didukung oleh unsur-unsur sederhana, seperti waditra yang meliputi rebab, kendang, dua buah kulanter, tiga buah ketuk, dan gong. Demikian pula dengan gerak-gerak tarinya yang tidak memiliki pola gerak yang baku, kostum penari yang sederhana sebagai cerminan kerakyatan.

Seiring dengan memudarnya jenis kesenian di atas, mantan pamogoran (penonton yang berperan aktif dalam seni pertunjukan Ketuk Tilu/Doger/Tayub) beralih perhatiannya pada seni pertunjukan Kliningan, yang di daerah Pantai Utara Jawa Barat (Karawang, Bekasi, Purwakarta, Indramayu, dan Subang) dikenal dengan sebutan Kliningan Bajidoran yang pola tarinya maupun peristiwa pertunjukannya mempunyai kemiripan dengan kesenian sebelumnya (Ketuk Tilu/Doger/Tayub). Dalam pada itu, eksistensi tari-tarian dalam Topeng Banjet cukup digemari, khususnya di Karawang, di mana beberapa pola gerak Bajidoran diambil dari tarian dalam Topeng Banjet ini. Secara koreografis tarian itu masih menampakan pola-pola tradisi (Ketuk Tilu) yang mengandung unsur gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid yang pada gilirannya menjadi dasar penciptaan tari Jaipongan. Beberapa gerak-gerak dasar tari Jaipongan selain dari Ketuk Tilu, Ibing Bajidor serta Topeng Banjet adalah Tayuban dan Pencak Silat.

Kemunculan tarian karya Gugum Gumbira pada awalnya disebut Ketuk Tilu perkembangan, yang memang karena dasar tarian itu merupakan pengembangan dari Ketuk Tilu. Karya pertama Gugum Gumbira masih sangat kental dengan warna ibing Ketuk Tilu, baik dari segi koreografi maupun iringannya, yang kemudian tarian itu menjadi populer dengan sebutan Jaipongan.

Perkembangan

Karya Jaipongan pertama yang mulai dikenal oleh masyarakat adalah tari “Daun Pulus Keser Bojong” dan “Rendeng Bojong” yang keduanya merupakan jenis tari putri dan tari berpasangan (putra dan putri). Dari tarian itu muncul beberapa nama penari Jaipongan yang handal seperti Tati Saleh, Yeti Mamat, Eli Somali, dan Pepen Dedi Kurniadi. Awal kemunculan tarian tersebut sempat menjadi perbincangan, yang isu sentralnya adalah gerakan yang erotis dan vulgar. Namun dari ekspos beberapa media cetak, nama Gugum Gumbira mulai dikenal masyarakat, apalagi setelah tari Jaipongan pada tahun 1980 dipentaskan di TVRI stasiun pusat Jakarta. Dampak dari kepopuleran tersebut lebih meningkatkan frekuensi pertunjukan, baik di media televisi, hajatan maupun perayaan-perayaan yang diselenggarakan oleh pihak swasta dan pemerintah.

Kehadiran Jaipongan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap para penggiat seni tari untuk lebih aktif lagi menggali jenis tarian rakyat yang sebelumnya kurang perhatian. Dengan munculnya tari Jaipongan, dimanfaatkan oleh para penggiat seni tari untuk menyelenggarakan kursus-kursus tari Jaipongan, dimanfaatkan pula oleh pengusaha pub-pub malam sebagai pemikat tamu undangan, dimana perkembangan lebih lanjut peluang usaha semacam ini dibentuk oleh para penggiat tari sebagai usaha pemberdayaan ekonomi dengan nama Sanggar Tari atau grup-grup di beberapa daerah wilayah Jawa Barat, misalnya di Subang dengan Jaipongan gaya “kaleran” (utara).

Ciri khas Jaipongan gaya kaleran, yakni keceriaan, erotis, humoris, semangat, spontanitas, dan kesederhanaan (alami, apa adanya). Hal itu tercermin dalam pola penyajian tari pada pertunjukannya, ada yang diberi pola (Ibing Pola) seperti pada seni Jaipongan yang ada di Bandung, juga ada pula tarian yang tidak dipola (Ibing Saka), misalnya pada seni Jaipongan Subang dan Karawang. Istilah ini dapat kita temui pada Jaipongan gaya kaleran, terutama di daerah Subang. Dalam penyajiannya, Jaipongan gaya kaleran ini, sebagai berikut: 1) Tatalu; 2) Kembang Gadung; 3) Buah Kawung Gopar; 4) Tari Pembukaan (Ibing Pola), biasanya dibawakan oleh penari tunggal atau Sinden Tatandakan (serang sinden tapi tidak bisa nyanyi melainkan menarikan lagu sinden/juru kawih); 5) Jeblokan dan Jabanan, merupakan bagian pertunjukan ketika para penonton (bajidor) sawer uang (jabanan) sambil salam tempel. Istilah jeblokan diartikan sebagai pasangan yang menetap antara sinden dan penonton (bajidor).

Perkembangan selanjutnya tari Jaipongan terjadi pada taahun 1980-1990-an, di mana Gugum Gumbira menciptakan tari lainnya seperti Toka-toka, Setra Sari, Sonteng, Pencug, Kuntul Mangut, Iring-iring Daun Puring, Rawayan, dan Tari Kawung Anten. Dari tarian-tarian tersebut muncul beberapa penari Jaipongan yang handal antara lain Iceu Effendi, Yumiati Mandiri, Miming Mintarsih, Nani, Erna, Mira Tejaningrum, Ine Dinar, Ega, Nuni, Cepy, Agah, Aa Suryabrata, dan Asep.

Dewasa ini tari Jaipongan boleh disebut sebagai salah satu identitas keseniaan Jawa Barat, hal ini nampak pada beberapa acara-acara penting yang berkenaan dengan tamu dari negara asing yang datang ke Jawa Barat, maka disambut dengan pertunjukan tari Jaipongan. Demikian pula dengan misi-misi kesenian ke manca negara senantiasa dilengkapi dengan tari Jaipongan. Tari Jaipongan banyak mempengaruhi kesenian-kesenian lain yang ada di masyarakat Jawa Barat, baik pada seni pertunjukan wayang, degung, genjring/terbangan, kacapi jaipong, dan hampir semua pertunjukan rakyat maupun pada musik dangdut modern yang dikolaborasikan dengan Jaipong menjadi kesenian Pong-Dut.Jaipongan yang telah diplopori oleh Mr. Nur & Leni

 

 

Categories: 1

The Action Gets Underway on Huntington Beach

Oktober 21, 2009 reptarboiy Tinggalkan komentar

Mimi Knoop
Bowl Jam winner Mimi Knoop, handplant.

Gaby Ponce
Watch for Lorena Lima in Tomorrow’s Skateboard Street Final.

Lyn-Z Adams
Lyn-Z Adams, Crailslide during the Bowl Jam.


S3 Supergirl Jam Day One

The Action Gets Underway on Huntington Beach

By Brooke Geery


Huntington Beach has been taken over by action sports-types of all shapes and sizes, which admittedly is nothing new. With a legendary surf break, the historic Huntington High School skatepark and major shops such as Jack’s Boardshop and Huntington Surf and Sport, HB has always been somewhat of an action sports mecca. The big difference is that an inordinate number of the riders this weekend are female.

The best women skateboarders, inliners and snowboarders (yes, snowboarders) have embarked on the beach for the Super Girl Jam-a three-day shred fest that coincides with the US Open of Surfing.

The action got started for the women on Friday in the Soul Bowl, a giant structure built right in the middle of the beach. This thing is not sized down for the girls – the twelve-foot bowl required a ladder to climb out of. The twelve women competing ranged in age from 12 to 30-something and included every one from legends such as Cara-Beth Burnside to newcomers like Alysha Bergado.

Each woman was given an intro run and then it was free for all in the form of a twenty-minute jam session. This format gives the girls the chance to try some tricks they might otherwise not be able to pull off in a traditional timed run format and it paid off. Brazilian skater Karen Jonz nailed a few shuv-it combinations before stepping up to a heelflip indy. The local girl, Julie Kinstrand took a gnarly slam about halfway through the contest, but got back up to ollie over the exit ladder in just a few tries. Former young gun Lyn-Z Adams Hawkins linked together multiple invert variations, but wasn’t able to stick the illusive frontside invert, which would have scored high with the judges.

Topping the podium was Mimi Knoop, who skated with the expert consistency that only comes with years of practice. Moves like boneless airs and a fast plant scored high, and coupled with her solid airs, grinds and use of the entire bowl she nabbed a high enough score to take home the top prize of $3500.

Though the bowl jam concluded early in the afternoon, the day was by no means over. In addition to the bowl, a full street course has also been built on the beach. Although the pros won’t compete until tomorrow, today the set up served another purpose. Open clinics were held where some of the potential s pros of tomorrow got tips from experts. If you weren’t lucky enough to make it out, be sure to check out tips from Lyn-Z Adams Hawkins on how to get started skating.

Finally national music acts the Clique Girlz and The Donna’s took the stage. The all-girl bands rocked a jam packed crowd of beach goers. The action continues tomorrow with a snowboarding rail jam, vert and street skateboarding and a inline best trick competition, as well as more clinics all weekend long. If you are anywhere near Huntington Beach, be sure to check it out. If not, keep checking back for updates all weekend long.

Categories: EXTREME SPORT, SKATEBOARD

Goodnight Electric

Oktober 21, 2009 reptarboiy Tinggalkan komentar
Goodnight Electric This trio of 1980s revivalists blends bleeps and beats with a winning hint of self-mockey
It helps that the band looks as good as it sounds. “To us, presentation is important to the package,” says Foundation. In Goodnight Electric’s case, that tends to mean identical ensembles of shiny tracksuits, slick shades, sparkling sneakers and gleaming visors. These guys would be oddities in any crowd, never mind a club in Jakarta.Luckily, the band has the sense of absurdity needed to pull it all off. In the song The Supermarket I Am In, they sing in nonsense English: “Let’s get together, look for some fun/ We are getting absurd/ We’re gonna play, we’re gonna run/ I just don’t like mustard.” Well, when all you want to do is dance, what do lyrics matter? “[Synth pop] may go away this year or next, you never know,” Foundation says. “But dance music will always be here.”

Categories: MUSIC

‘Zombieland’ Movie Review

Oktober 21, 2009 reptarboiy Tinggalkan komentar

Who would have thought nine months into the year Zombieland would be the film that received the loudest applause of any preview screening I’ve been on hand to witness in 2009? The crowd absolutely loved it. http://z.about.com/d/movies/1/G/K/4/U/zombielandpic2.jpgThere were quite a few scenes in which the laughter was so loud it covered up jokes (I’ll have to take it in a second time just to hear what I missed). Zombieland cleverly disguises itself in advertisements as a straight-on zombie killing film, but it’s so very much more than that. Sure, it has a fair share of splattering zombies and the opening credit sequence has one of the most incredible scenes of what happens when someone forgets to buckle their seatbelt and gets into a high speed crash. There’s blood and guts and gore enough to satisfy horror fans, but Zombieland’s actually all about relationships. There’s even a nice little love

http://z.about.com/d/movies/1/G/K/4/U/zombielandpic2.jpg
Categories: ACTION, MOVIE

Greenpeace Sambut SBY Jadi Pemimpin Yang akan Menyelamatkan Iklim

Oktober 20, 2009 reptarboiy Tinggalkan komentar

Greenpeace memberikan sebuah surat dan ucapan selamat berupa karangan  bunga yang bertuliskan “Selamat Pak SBY Lanjutkan Tapi Stop Pembabatan  Hutan” di depan istana negara.

jakarta, Indonesia — Greenpeace hari ini memberikan sebuah surat dan ucapan selamat berupa karangan bunga yang bertuliskan “Selamat Pak SBY Lanjutkan Tapi Stop Pembabatan Hutan” kepada Susilo Bambang Yudhoyono yang dilantik menjadi Presiden untuk periode kedua

Greenpeace menyerukan kepada SBY untuk tampil sebagai pemimpin dalam perang melawan perubahan iklim dengan mengurangi emisi gas rumah kaca Pertemuan perbahaan iklim PBB di Kopenhagen sangat penting untuk iklim global, untuk itu Greenpeace meminta Presiden SBY untuk hadir pada pertemuan tersebut dan membuktikan komitmennya  dengan mengimplementasikan moratorium ( penghentian sementara) perusakan hutan dalam program kerja 100 harinya. Deklarasi dari Presiden ini sangat diperlukan untuk secara legal menerapkan langkah-langkah melindungi hutan dan kawasan lahan gambut di secara efektif.

Sebagai salah satu pemimpin penting di Asia Tenggara –kawasan yang paling rentan terkena dampak perubahan iklim tetapi paling tidak siap dalam mengantisipasinya— niat Presiden Yudhoyono bila diwujudkan dalam aksi nyata, akan sangat besar artinya dalam membangun kerja sama dimana negara maju harus memberi dana kepada negara berkembang untuk pemeliharaan lingkungan dan mengadaptasi efek perubahan iklim.

“Sebagai Presiden negara yang punya hutan tropis tersisa terluas di kawasan ini, janji SBY adalah harapan bagi jutaan orang Asia Tenggara yang selama ini telah merasakan dampak negatif perubahan iklim serta melindungi kekayaan alam kita,”  tulis Von Hernandez, Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara dalam surat resminya kepada Presiden.

Pada pertemuan G20 di Pittsburg, Amerika Serikat bulan lalu, Presiden SBY melontarkan janji untuk mengurangi emisi Indonesia hingga 26%, yang bisa meningkat hingga 41% jika mendapat dukungan internasional. Dengan melontarkan itu, SBY memperlihatkan kemauan dan potensi kepemimpinan yang kuat, dimana itu sangat penting untuk membantu dunia menghindari dampak mengerikan perubahan iklim.

Di masa kepemimpinan kali ini, Greenpeace berharap SBY menerapkan target itu dengan strategi nyata pembangunan rendah karbon. Strategi ini mencakup rencana nasional untuk melakukan pembangunan berkelanjutan rendah karbon dan nol deforestasi.

Dengan melakukan semua ini, SBY akan mencatat sejarah sebagai Presiden, dan pemimpin dunia, yang berperan besar dalam menghentikan dampak buruk perubahan iklim.

“Greenpeace mengharapkan Presiden Yudhoyono mendapatkan hal-hal terbaik dalam menjalankan tugasnya, agar bisa berperan dengan baik bagi kepentingan rakyat Indonesia dan menggunakan kesempatan bersejarah ini untuk menyelamatkan nasib planet bumi,” demikian bagian akhir surat itu.

Categories: GENERAL NEWS

Industri ternak menolak kehancuran Hutan Amazon, sebuah petunjuk untuk perlindungan hutan Indonesia

Oktober 20, 2009 reptarboiy Tinggalkan komentar

Espírito Santo Cattle Ranching, Para State, Brazil.

Sao Paulo, Brazil — Kami mendapat kabar baik dari Amazon yang juga merupakan sebuah kabar baik bagi Indonesia. Empat pelaku Industri ternak bergabung untuk mengurangi jejak karbon dari ternak mereka dan menjawab seruan kita untuk zero deforestasi. JBS-Friboi, Bertin, Minerva dan Marfrig akan berhenti membeli ternak dari daerah hutan yang mengalami deforestasi.

Langkah ini merupakan respon langsung dari ekspos yang kami lakukan, ‘Menyembelih Amazon’, yang kami terbitkan kurang dari 4 bulan yang lalu. Sejak itu, kami telah mendapatkan respons yang sangat besar dari perusahaan-perusahaan yang berjuang untuk menjauhkan diri dari kehancuran hutan Amazon. Perusahaan sepatu besar, termasuk Adidas, Nike dan Timberland bekerja bersama dengan kami untuk mengembangkan rencana zero deforestasi dan berkomitmen untuk membatalkan kontrak kecuali produk mereka benar-benar dijamin bebas dari penghancuran hutan Amazon.

Keputusan dan respon yang cepat dari perusahaan-perusahaan dalam mengambil tindakan untuk menghentikan kehancuran Amazon adalah contoh yang baik untuk diikuti oleh para pelaku industri di Indonesia.

Kemenangan yang luar biasa ini sangat jauh dari perkiraan sebelum peluncuran laporan kami, dan sekarang empat perusahaan raksasa industri ternak ini telah ada di jalur yang tepat. Ini merupakan sebuah contoh tindakan yang harus dilakukan untuk menghentikan deforestasi di Negara-negara berkembang pemilik hutan seperti Indonesia dan menunjukkan bahwa tindakan yang cepat dapat dan harus segera dilakukan oleh industri untuk tidak terus mendorong kehancuran hutan.

Bersama-sama, Indonesia dan Brasil menempati peringkat ketiga dan keempat negara pengemisi karbon terbesar di dunia- yang mayoritas berasal dari deforestasi, dan keduanya bertanggung jawab atas 50% emisi global yang di hasilkan dari deforestasi. Secara global, penggundulan hutan menyumbang sekitar 20% dari emisi gas rumah kaca, melebihi emisi yang dihasilkan dari kereta api, pesawat dan mobil di dunia bila dijadikan satu. Oleh karena itu, kesepakatan iklim yang baik hanya akan efektif jika berhasil menangani emisi dari kedua sumber yaitu bahan bakar fosil dan deforestasi.

Pemerintah dan industri di Brazil kini telah menyadari bahwa hutan yang utuh jauh lebih berharga daripada mengeksploitasi sumber daya yang terbatas di hutan Amazon. Perubahan pemikiran ini juga perlu terjadi di Indonesia, terutama karena aktifitas ‘bisnis seperti biasa’ hanya akan meningkatkan emisi Indonesia dan penurunan luasan hutan sebagai akibatnya.

Pengumuman yang dilakukan di Brasil ini dibuat di suatu acara di Sao Paulo, di mana masing-masing perusahaan mengadopsi peraturan lingkungan dan standard sosial yang baru untuk untuk memastikan bahwa produk mereka tidak berasal dari sapi-sapi yang dibesarkan di daerah-daerah hasil deforestasi. Peraturan ini juga akan membantu mengakhiri perampasan tanah dan ketidakadilan sosial yang banyak terjadi di Amazon. Asosiasi Supermarket Brasil (ABRAS), yang mencakup Walmart dan Carrefour, juga hadir dalam pengumuman tersebut dan ikut mendukung seruan zero deforestasi.

Gubernur Blairo Maggi dari negara bagian Mato Grosso yang memiliki tingkat deforestasi tertinggi di Amazon dan peternakan terbesar di Brasil juga hadir di sana. Maggi mengumumkan bahwa daerahnya akan mendukung upaya-upaya untuk melindungi Amazon dan akan memberikan resolusi tinggi pada gambar satelit untuk pemantauan.

Membuatnya menjadi berhasil

Langkah-langkah pengawasan dilakukan terhadap rantai pasokan dan target yang jelas pada pendaftaran peternakan, baik untuk penawaran ternak secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu diperlukan langkah-langkah untuk mengakhiri pembelian ternak dari masyarakat adat dan melindungi areal hutan dan peternakan yang memperkerjakan budak.

Sektor peternakan Brasil, yang menempati 80 persen dari semua wilayah yang mengalami deforestasi di hutan Amazon, merupakan sumber pengemisi carbón terbesar Brasil.

Pada sidang majelis Umum PBB  bulan September lalu, Presiden Lula mengumumkan targetnya untuk pengurangan deforestasi sebesar 80% pada tahun 2020 untuk Brasil.

Indonesia perlu segera meningkatkan tata kelola hutannya dan segera mendeklarasikan moratorium (jeda tebang) hutan. Moratorium hutan akan memungkinkan waktu dan ruang untuk melakukan suatu solusi yang akan diformulasikan berdasarkan atas konsultasi dengan masyarakat lokal, nasional, pemerintah daerah serta industri.

Untuk dapat melakukan hal ini, Presiden Yudhoyono perlu mendorong Departemen Kehutanan untuk mempercepat penegakan hukum nasional  pada larangan praktek pembakaran untuk membuka lahan dan penebangan hutan di lahan gambut yang memiliki kedalaman lebih dari 3 meter dalam untuk  perkebunan.

Seperti Presiden Lula,,Presiden Yudhoyono baru-baru ini juga membuat komitmen untuk mengurangi emisi dari deforestasi, pada pertemuan G-20 di Pittsburgh, sebesar 26% pada tahun 2020 dan hingga 41% dengan bantuan internasional.

Komitmen Presiden Yudhoyono ini disambut baik, tetapi waktu terus bergulir untuk mengatasi perubahan iklim dan pengurangan emisi di Indonesia harus besar dan berani.
Melindungi hutan dan mengatasi perubahan iklim

Hanya tersisa waktu 62 hari menuju  pertemuan perubahan Iklim PBB di Kopenhagen. Kita perlu Presiden Lula untuk mendukung inisiatif para industri dan menunjukkan bahwa Brasil siap dan berkomitmen untuk mengakhiri kehancuran Amazon.

Kita perlu Presiden Yudhoyono untuk segera melaksanakan menghentikan deforestasi dan mewujudkan komitmennya menjadi kenyataan secepatnya. Hanya dengan itu dana dapat mengalir dari negara-negara maju untuk melindungi hutan, masyarakat dan keanekaragaman hayati yang bergantung pada mereka, serta membantu menghentikan perubahan iklim.

Kita memerlukan semua pemimpin dunia untuk menghadiri  pertemuan perubahan iklim PBB di Kopenhagen, serta menyetujui kesepakatan yang efektif untuk mencegah krisis iklim yang akan datang. Untuk menjaga suhu global pada tingkat yang aman, kesepakatan yang dibuat harus mencakup dana yang dibutuhkan untuk mengakhiri deforestasi.

Kami menyerukan pemerintah negara maju untuk menyediakan US $ 140 miliar per tahun untuk mengatasi krisis iklim, sehingga negara-negara berkembang dapat mencegah dan beradaptasi terhadap perubahan iklim. Sekitar US $ 40 miliar per tahun dari dana ini harus disediakan untuk perlindungan hutan. Dana tersebut akan diberikan dengan imbalan suatu komitmen penghentian deforestasi pada tahun 2015 di Brasil dan Indonesia dan pada tahun 2020 secara global.

Categories: GENERAL NEWS

Janji “Obama” Mengakhiri Krisis Iklim

Oktober 20, 2009 reptarboiy Tinggalkan komentar

Bangkok, Thailand — Dalam sebuah “Pengumuman Bersejarah” yang terjadi hari ini di Kedutaan Besar Amerika Serikat d

presiden Amerika Serikat Presiden Barack Obama, dengan sebuah poster  Greenpeace Chang(e) Caravan menyatakan bahwa ia akan mengakhiri krisis  iklim.

Bangkok, Thailand, “Presiden Obama” telah bersumpah untuk mengakhiri krisis iklim dengan suatu kesepakatan yang mengikat, tepat waktu dan ambisius pada pertemuan perubahan Iklim di Kopenhagen pada bulan Desember. “Obama” juga berkomitmen dalam pendanaan untuk mitigasi dan adaptasi, dan berjanji mengalirkan dana miliaran dollar untuk menyelamatkan hutan sebagai tindakan mitigasi paling utama menghentikan krisis global.

Pidato yang sangat singkat tetapi sangat penting ini merupakan pernyataan yang sangat ditunggu oleh para aktivis lingkungan di seluruh dunia. Pernyataan ini  disampaikan oleh seorang pria benama Ilham Anas (warganegara Indonesia) berusia 34 tahun yang sangat mirip dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Pidato yang disampaikan dalam aksi kreatif yang diselenggarakan oleh Greenpeace sebagai bagian dari kegiatan global TckTckTck menyerukan para pemimpin dunia untuk segera bertindak atas perubahan iklim di depan sidang umum PBB pada 22 September yang akan dihadiri oleh Presiden Obama yang sebenarnya, dan pada bulan Desember di pertemuan UNFCCC yang hingga kini kehadirannya belum dapat dikonfirmasi.

Juru Kampanye Greenpeace Asia Tenggara Tara Buakamsri menyatakan: “Pidato yang disampaikan oleh “Obama” selama aktivitas hari ini adalah janji yang diinginkan seluruh aktivis lingkungan di seluruh dunia kepada Presiden Amerika Serikat Obama untuk melakukan penghentian krisis iklim global. Di antara para pemimpin dunia, Presiden Amerika Serikat Barack Obama berada dalam posisi untuk membuat perbedaan terbesar bagi iklim dan menjamin masa depan negara-negara yang paling rentan dan paling tidak siap menghadapi dampak pemanasan global, seperti Asia Tenggara. Menurut jajak pendapat yang dirilis kemarin, 53% dari orang Asia percaya kesepakatan di Kopenhagen tergantung pada kepemimpinan Presiden Amerika Serikat.”

Setelah pidatonya, “Obama” memegang papan dengan kata-kata “Chang(e) I will”Serta mempromosikan Chang(e) Caravan, parade gajah Asia dan masyarakat untuk perubahan, yang saat initengah melintasi Central Plains Thailand untuk menceritakan dampak-dampak dari perubahan iklim dan  mengumpulkan dukungan mayarakat untuk menyerukan para pemimpin dunia, terutama Presiden Obama dari Amerika Serikat, bertindak untuk menatasi perubahan iklim dan untuk menjamin masa depan Asia Tenggara.

Penelitian ilmiah terbaru menunjukkan dampak bencana iklim dapat dihindari dengan mengurangi emisi gas rumah kaca global setelah 2015, dengan menjaga kenaikan suhu global di bawah 2 derajat Celcius. Greenpeace mendesak negara-negara maju, sebagai kelompok, menyetujui untuk memotong emisi sebesar 40 persen di bawah tahun 1990 pada tahun 2020 dan memberikan USD 140 miliar/tahun untuk kebutuhan negara-negara berkembang menghentikan deforestasi, beradaptasi dengan keadaan  yang tidak dapat dihindari dari dampak perubahan iklim, dan pembangunan ekonomi dengan tingkat karbon yang rendah.

Dari Pidato “Obama”:

“Beberapa tantangan penting yang dihadapi dunia adalah memerangi perubahan iklim. Banyak dari Anda bekerja untuk menghadapi tantangan ini.

Saya berkomitmen untuk bekerja dengan Anda.
Saya akan menghadiri KTT Iklim Kopenhagen.
Saya akan memastikan secara kesepakatan iklim yang ambisius, adil dan mengikat.
Saya akan menyiapkan dana untuk mitigasi dan adaptasi iklim, dimulai dengan dana untuk melindungi hutan yang tersisa.

Ini kesempatan kita untuk membangun masa depan yang baru bagi anak-anak kita. Sayatidak akan membiarkan kesempatan ini terleati begitu saja.”

Categories: GENERAL NEWS

Hairstyle 2009

Oktober 20, 2009 reptarboiy Tinggalkan komentar
hairstyle haircute 2009

Hairstyle 2009

The strongest trend for short hair in 2009 is without doubt the so called “pixie”. This hairstyle is appearing everywhere, particularly in the famous, and those who have fashion style. The best known is Victoria Beckham; she goes through a cut Bob, who is also “inn” in 2009, the pixie cut. Another famous that has this style is the famous called Rihanna.

A good reason for choosing this haircut is that it is one of the short cuts that allow great freedom. You can see well in most women, as it is designed to flatter the shape of the face and their factions. Moreover, a cut that it is easy to maintain.

You can also take advantage of these angles and corners of the court, and accents, hairstyles. Or lift it, to achieve a more youthful and fresh style.

Haircuts with knife or an element similar to that one, born in Japan, hundreds of years ago and were “discovered” in Europe about a century ago. Today this kind of hairstyles is quite popular because of its ease of maintenance and smooth and attractive hairstyle.

The cutting knife creates a smooth appearance, if the designer is experienced in this type of haircut and the hair is well prepared.

It is suitable for any type of hair, except for curly hair. The loops are often cut with razor very curl, creating a neglected aspect of hair. The knife is ideal for thick or too much hair as it tends to create the illusion of reducing the volume.

By 2009 the trends in hairstyles with this knife remain basically.  The hair is cut into many layers and angles, with hair on the front or side.

Categories: FASHION

Eyes painted like pop art, in 2010 fashion

Oktober 20, 2009 reptarboiy Tinggalkan komentar
fashion 2010

Eyes painted pop art by the trends that go to the force this spring: the colour in its pure state to a modern art style look. It is not easy to carry but it’s creative!

To achieve this, first apply a neutral base on the entire eyelid and then with a fine brush, apply a shadow living in shades (yellow, green, blue, orange or purple) around the eye contour.

Apply a scan of a live opposite the first pitch on the mobile eyelid. For example, purple flush of the tabs below and yellow in the upper eyelid. Or pink fuchsia and electric blue, green or blue with orange … Try and see!

To get a touch of brightness, apply a touch of eye shadow clear (stick or pink champagne) at the end of the internal structures of the eye and eyebrow.

To avoid: the mask colour, you can only wear with black mask. The complexion has to keep a perfect make-up as this does not forgive any oversight.

This range allows all types of applications. Just try it!

“With Colour Fizz, anything is possible, raves Thibault Vabre, artistic director of Clarins. It is a contemporary evocation of the 70s. The shades of the living eye makeup without contradicting oppose.” Perfect for wearing a look of pop!

Categories: FASHION

Summer Fashion 2009

Oktober 20, 2009 reptarboiy Tinggalkan komentar

summer fashion 2009

As we have said in previous notes, “retro” or antique style is still “in” and every time, now the 70s also joined this summer 2009.

You must have in your closet, clothes stamped with flowers, much color, and pants with it entirely elephant foot (like oxford but a little less aperture).

The hippie style, peace and love is here again, a little more modern, with some ethnic details. The elephant leg pants, blouses, printed tunics with details of stones, fringed vests, jean shorts, long fringed skirt and trousers with a batik effect. Also, dresses with prints or crochet.

The key are the accessories: well wide-brimmed hats the best style Bianca Jagger, mix with necklaces, giant bracelets, portfolios type belt, scarves. The tip: To keep this look, we have to feel identified with it and after the 30 should not abuse this trend.

The prints are the stars of the summer. Use the flowers, butterflies and the Bulgarians. Also an African art and paintings inspired by the animal print is already a commodity. Any of these prints is dressed in shorts, maxis or short skirt or type evasée with tables, pijama pants type, shirts with short sleeves and detail of flights, shorts or wide waist high and trenches. The accessories of the summer are also 09 prints: handbags, shoes, hats and scarves. It is often combined with one another: flowers with butterflies or flowers and animal print. For more classic mix the voucher prints with smooth options. The tip: keep accessories in the same range as the pattern and not to abuse the mixtures.

Another trend that stands out in the summer is the 09 prints inspired by the jungle, where imposing the colors green, brown, yellow and black. The same applies for this look: shorts linen jackets and coats, the best style Saint-Laurent. As a last detail: necklaces and bracelets made of wood or with ethnic details. The tip: It is preferred to combine these prints with smooth garments.

This summer the ultra Shocking colors are being more than ever. The motto is: the more flour, the better. Fuchsia, orange, turquoise, yellow and bright green carried the lead followed by lilac. Teams are used in monochrome or in combination with each other. At the time of mixing, any combination is valid: yellow with fuchsia, turquoise with fuchsia. The more adventurous can take up to three colors fluo at once. In dresses, pants, jackets, minis, shorts and robes threaten to be the great protagonists of the new season. The invasion also comes to accessories: bags, shoes, necklaces, bracelets, scarves and plain patterns, flowers on their heads, glasses and belts. The tip: take it if it takes less than 30 with humor and whether it has more than 30 in moderation, mixed with neutral tones.

The big players are the foot of the elephant and also waist high. Some models come like fisherman and the masculine classic does not lose force. It is generally used with a casual look, with blouses, shirts and tunics, without discarding muscular body and ultra basic T-shirts. The vests are added to complement the pants of the 09 summer like the jackets and trenches. The tip: classic cut pants are the easiest to combine. Elephant foot requires height and stylized silhouettes.

Another tip is modal or silk, are carried in many different models: type strapless, with crossover neckline or a V-necked round and even short sleeves or 3 / 4. They come with either leg or foot wide elephant. Figures are for stylized and, in addition, are worth cardigans. Feet: high-rise blocks, which are valid for stylizing. Another detail: patent leather belts to highlight the waist are welcome. The tip: The neutral tones such as gray or black are better.

Categories: FASHION